Analisis Variasi Ukuran Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton

Isi Artikel Utama

Mochamad Ridwan
Agus Mahmudi
Nabilah Fitri

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran maksimal agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Variasi yang digunakan terdiri atas agregat kasar ukuran 5–10 mm, kombinasi ukuran 5–20 mm, serta ukuran 10–20 mm. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 20 MPa.  Pengujian dilakukan terhadap sifat fisik material penyusun beton meliputi kadar lumpur, kadar air, gradasi agregat, berat jenis dan daya serap, keausan Los Angeles, berat volume agregat, serta konsistensi normal semen. Beton yang telah dicetak diuji kuat tekannya pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari menggunakan uji tekan silinder dan hammer test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi ukuran 5–10 mm memberikan hasil tertinggi sebesar 27,57 Mpa, variasi agregat 5–10 mm menghasilkan kuat tekan silinder sebesar 25,65 MPa pada umur 28 hari. Beton dengan agregat 10–20 mm menunjukkan kuat tekan terendah yaitu sebesar 23,73 Mpa. Hal ini memperlihatkan bahwa ukuran agregat kasar yang lebih kecil cenderung memberikan ikatan yang lebih baik antara pasta semen dan agregat sehingga meningkatkan kuat tekan beton.


 


 

Rincian Artikel

Bagian

Artikel