Mewarnai Cerita, Mewarnai Masa Depan: Pengembangan Kreativitas dan Kecerdasan Emosional Anak SD Melalui Kegiatan Mewarnai
Isi Artikel Utama
Abstrak
Anak usia sekolah dasar di daerah pedesaan sering mengalami keterbatasan pengembangan kreativitas, motorik halus, dan kecerdasan emosional akibat minimnya kegiatan seni yang menyenangkan serta dampak pasca-pandemi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut melalui kegiatan mewarnai karakter kesukaan anak di SDN Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pemilihan topik didasarkan pada potensi mewarnai sebagai media sederhana namun efektif untuk merangsang perkembangan holistik anak sesuai Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2025 dengan melibatkan 19 siswa kelas 1 menggunakan pendekatan participatory action research. Modul berisi 20 lembar gambar karakter popular, seperti Tung Tung Sahur, Balerina, Bombardino Crocodilo, cappuccino assassin, dll, yang selanjutnya dikombinasikan dengan storytelling dan refleksi. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, observasi partisipan dan angket kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: kreativitas sebesar 55,9%, motorik halus 62,2%, dan kecerdasan emosional 53,5%. Siswa juga menunjukkan peningkatan rasa percaya diri serta kemampuan ekspresi diri. Program ini membuktikan bahwa kegiatan mewarnai berbasis minat anak merupakan strategi yang efektif dan murah untuk mendukung pendidikan holistik di sekolah pedesaan. Keberlanjutan program di sekolah lain di Kabupaten Blora sangat dianjurkan.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] K. Kasmiati, “Optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Fondasi Karakter dan Kognitif Anak,” JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 8, no. 5, pp. 5458–5461, 2025, doi: 10.54371/JIIP.V8I5.8015. DOI: https://doi.org/10.54371/jiip.v8i5.8015
[2] S. Junanto, S. W. Pamungkas, A. Widawati, R. Syafiqoh Nur’aini, and L. D. Rohmah, “FUNCraft: Pengembangan Kreativitas dan Motorik Halus Anak Melalui Kerajinan Tangan,” Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, vol. 1, no. 2, pp. 92–99, Jun. 2025, doi: 10.63980/ELEVASI.V1I2.84. DOI: https://doi.org/10.63980/elevasi.v1i2.84
[3] Blora, “SDN 1 SEMANGGI,” 2024, [Online]. Available: https://data-sekolah.zekolah.id/sekolah/sdn-1-semanggi-67768.
[4] F. S. Ndruru, A. Y. Golu, B. A. Harefa, and H. O. N. Harefa, “Peran Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Pengembangan Kreativitas Siswa,” Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), vol. 6, no. 2, pp. 243–249, 2025, doi: 10.54371/AINJ.V6I2.837. DOI: https://doi.org/10.54371/ainj.v6i2.837
[5] N. Turturro and J. E. Drake, “Does Coloring Reduce Anxiety? Comparing the Psychological and Psychophysiological Benefits of Coloring Versus Drawing,” Empirical Studies of the Arts, vol. 40, no. 2, pp. 3–20, Jan. 2022, doi: 10.1177/0276237420923290. DOI: https://doi.org/10.1177/0276237420923290
[6] E. H. Aydos and B. Özet, “Relationship Between Colours and Emotions as Reflected in Children’s Drawings,” Infant and Child Development, vol. 34, no. 6, p. e70053, 2025, doi: 10.1002/icd.70053. DOI: https://doi.org/10.1002/icd.70053
[7] D. Dirman, A. Albar, and M. Alwi, “Pengembangan Karakter Islami Melalui Lomba Mewarnai Kaligrafi Di SDN 004 Buku, Dusun Parabaya,” Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 30–40, 2026, doi: 10.59903/MACOAJURNALPKM.V3I1.261. DOI: https://doi.org/10.59903/macoajurnalpkm.v3i1.261
[8] J. M. Tambunan and E. S. Anggraini, “Mewarnai Seni Rupa: Menstimulasi Motorik dan Imajinasi Anak Kelas 1 Di SD 060841 Medan Petisah,” Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 3, no. 1, pp. 211–221, 2025, doi: 10.59031/JKPPK.V3I1.544. DOI: https://doi.org/10.59031/jkppk.v3i1.544
[9] D. Ungureanu, “Overload opacity: Countervisuality and glitch aesthetics in AI-Generated Brainrot on Instagram,” Discourse, Context & Media, vol. 69, p. 100972, 2026, doi: 10.1016/J.DCM.2025.100972. DOI: https://doi.org/10.1016/j.dcm.2025.100972
[10] R. Indriyani, Taswadi, and B. Sobandi, “Analysis of Cognitive Development Theory by Jean Piaget on Color Games on Early Childhood Development,” EduLine: Journal of Education and Learning Innovation, vol. 4, no. 4, pp. 504–511, 2024, doi: 10.35877/454RI.EDULINE3068. DOI: https://doi.org/10.35877/454RI.eduline3068
[11] M. R. Sodagar, “Teaching Painting to Children Using Vygotsky’s Sociocultural Theory of «Zone of Proximal Development,” PYK, vol. 12, no. 32, 2023, doi: 10.22055/pyk.2023.18227.
[12] E. Grzesiak and R. Russell, “The importance for a child of emotional intelligence in achieving educational success,” Wychowanie w Rodzinie, vol. 31, no. 2, pp. 297–314, 2024, doi: 10.61905/WWR/191744. DOI: https://doi.org/10.61905/wwr/191744
[13] S. Sucipto, M. Sukri, Y. E. Patras, and L. Novita, “Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review,” Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, vol. 12, no. 1, pp. 277–287, Mar. 2024, doi: 10.20961/JKC.V12I1.84353. DOI: https://doi.org/10.20961/jkc.v12i1.84353
[14] F. Hayat, M. Khan, S. Ahmad, M. Kamran, and Maleeha, “Exploring the Characteristics of Concrete Operational Stage among Primary School Students,” Qlantic Journal of Social Sciences and Humanities, vol. 5, no. 1, pp. 124–132, 2024, doi: 10.55737/QJSSH.786349315. DOI: https://doi.org/10.55737/qjssh.786349315
[15] M. Syaputri, L. Marlina, and L. Oktamarina, “Experimental Learning and Cognitive Color Recognition in Raudhatul Athfal Children Aged 4–5,” Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), vol. 9, no. 1, pp. 15–32, 2026, doi: 10.23971/MDR.V9I1.10940. DOI: https://doi.org/10.23971/mdr.v9i1.10940
[16] C. Puspasari, H. Sazali, and M. Marhamah, “Phenomenon Analysis of the Anomalous AI Tung Tung Sahur Meme,” Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology, vol. 6, no. 2, p. 1017, 2025, doi: 10.33122/EJESET.V6I2.1017. DOI: https://doi.org/10.33122/ejeset.v6i2.1017