Penugasan Dosen di Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah

Isi Artikel Utama

Lina Agustina
Putri Agustina
Rina Astuti
Annur Indra Kusumadani

Abstrak

Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pengalaman nyata kepada dosen LPTK dalam praktik pembelajaran di sekolah. Dosen diharapkan memiliki pengalaman yang relevan sehingga mampu menjadi model profesional bagi mahasiswa calon guru. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada dosen dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah menengah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan di SMP IT Amanah Juwiring melalui tiga tahapan, yaitu Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak sekolah, pelaksanaan pembelajaran menggunakan modul ajar dan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL), serta evaluasi melalui observasi, wawancara, dan refleksi bersama guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dalam diskusi dan tanya jawab, pembelajaran yang lebih partisipatif, serta meningkatnya kesadaran guru dalam penggunaan media dan variasi model pembelajaran. Program ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi profesional dan pengembangan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa.

Rincian Artikel

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Penugasan Dosen di Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah. (2026). Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 17-24. https://doi.org/10.54732/semarjpkm.v2i1.3

Referensi

[1] A. Sani, A. R. Maharani, and Nazimah, “Peran Komunitas Dosen Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di Perguruan Tinggi,” Jurnal Genta Mulia, vol. 16, no. 2, pp. 99–106, 2025.

[2] L. Darling-Hammond, “Constructing 21st-Century Teacher Education,” Journal of Teacher Education, vol. 57, no. 3, pp. 300–314, 2006, doi: 10.1177/0022487105285962.

[3] N. Nana, E. Surahman, and I. M. Ridwan, “Implementasi Program Penugasan Dosen di Sekolah,” DIFFRACTION, vol. 1, no. 2, pp. 1–7, 2019, doi: 10.37058/DIFFRACTION.V1I2.992.

[4] I. N. L. Jayanta, I. K. Sudarma, and I. M. C. Wibawa, “Penerapan Lesson Study for Learning Community untuk Meningkatkan Kualitas Implementasi Kurikulum Merdeka,” International Journal of Community Service Learning, vol. 9, no. 1, pp. 71–79, 2025, doi: 10.23887/IJCSL.V9I1.85226.

[5] F. Ahmad, N. I. Sari, M. Munawwarah, V. P. Cahyani, and E. Jumrah, “Implementasi Lesson Study Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di SDN 112 Inpres Bontomanai,” Jurnal Abdimas Indonesia, vol. 5, no. 1, pp. 507–515, 2025, doi: 10.34697/JAI.V5I1.1396.

[6] A. Widodo and Riandi, “Dual-mode teacher professional development: challenges and re-visioning future TPD in Indonesia,” Teacher Development, vol. 17, no. 3, pp. 380–392, 2013, doi: 10.1080/13664530.2013.813757.

[7] R. Krisnawati and B. Boyolali, “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar melalui Model Lesson Study Berbasis Refleksi,” Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran | E-ISSN : 3026-6629, vol. 3, no. 2, pp. 283–290, 2025.

[8] M. D. N. Rosyidah, M. R. Aisy, N. D. Fairuzzaman, and M. Munawir, “Analisis Pengaruh Pengalaman Mengajar dan Pengembangan Kompetensi terhadap Pr ofesionalisme Guru MI/SD,” DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, vol. 7, no. 2, pp. 301–308, 2026, doi: 10.53299/DIKSI.V7I2.4166.

[9] C. Beauchamp, “Reflection in teacher education: issues emerging from a review of current literature,” Reflective Practice, vol. 16, no. 1, pp. 123–141, 2015, doi: 10.1080/14623943.2014.982525.

[10] T. O.Nyumba, K. Wilson, C. J. Derrick, and N. Mukherjee, “The use of focus group discussion methodology: Insights from two decades of application in conservation,” Methods in Ecology and Evolution, vol. 9, no. 1, pp. 20–32, 2018, doi: 10.1111/2041-210X.12860.

[11] K. Gustiansyah, N. M. Sholihah, and W. Sobri, “Pentingnya Penyusunan RPP untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Belajar Mengajar di Kelas,” Idarotuna : Journal of Administrative Science, vol. 1, no. 2, pp. 81–94, 2020, doi: 10.54471/IDAROTUNA.V1I2.10.

[12] V. Vescio, D. Ross, and A. Adams, “A review of research on the impact of professional learning communities on teaching practice and student learning,” Teaching and Teacher Education, vol. 24, no. 1, pp. 80–91, 2008, doi: 10.1016/J.TATE.2007.01.004.

[13] L. Auliawati, D. Anggreini, and S. Rahayu, “Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa,” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru, vol. 3, no. 1, pp. 487–494, 2024.

[14] F. Abrori, M. Haikal, L. T. Antika, and L. Ibana, “Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Keaktifan dan Motivasi Belajar Siswa MTs,” Multi Discere Journal, vol. 3, no. 2, pp. 112–125, 2024, doi: 10.36312/MJ.V3I2.2310.

[15] I. Putra Viratama et al., “Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran IPA Kelas 5,” Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa, vol. 3, no. 5, pp. 168–180, 2025, doi: 10.62383/ALGORITMA.V3I5.685.

[16] S. Raudah, A. Suriansyah, and C. Cinantya, “Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Keaktifan dan Minat Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar,” MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, vol. 2, no. 4, pp. 2092–2097, 2024, doi: 10.60126/MARAS.V2I4.559.

[17] B. H. Siswati, S. Suratno, and S. Hariyadi, “Peningkatan kompetensi pedagogik guru-guru melalui pelatihan pembelajaran kolaboratif di MA Nurul Islam Silo Jember,” Jurnal PKM: Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 6, no. 1, pp. 1–7, 2023.

[18] D. Cahyono, A. Rahmadani, and R. I. Kusumawijaya, “Program Kemitraan Sekolah sebagai Strategi Peningkatan Animo Mahasiswa Baru FKIP Universitas Mulawarman di Bulungan Kalimantan Utara,” ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 19–29, 2026, doi: 10.61132/ASPIRASI.V4I1.2602.

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.